You are here: Home Wisata Wisata Budaya Upacara Nyadran di Sidoarjo
Upacara Nyadran di Sidoarjo PDF Print E-mail
Friday, 26 August 2011 20:06

Newsroom – Sidoarjo : Nampak bukan hanya dikenal dengan kota udang atau petisnya saja. Namun Sidoarjo juga dikenal dengan wisata religinya yakni nyadran atau upacara sedekah dengan melarung saji ke tengah laut yang dilakukan pada bulan-bulan tertentu di tiap tahunnya. Upacara ini menurut warga dilakukan sebagai bagian dari rasa syukur atas karunia yang diberikan Tuhan pada mereka yang telah dilakukan sejak jaman nenek moyang mereka. Upacara Nyadran dilakukan oleh warga Bluru Kecamatan Sidoarjo Kota yang biasa dilakukan saat Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mempersiapkan berbagai keperluan. Diantaranya para warga membawa berbagai hasil bumi untuk dilarung atau dijadikan sesaji ke tengah laut.

Ketua panitia nyadran, H. Waras mengatakan kebiasaan ini sudah dilakukan cukup lama dan tidak pernah ditinggalkan tiap tahunnya meski menurut para nelayan upacara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia atau berkah yang diberikan oleh yang maha kuasa berupa hasil laut yang dapat dinikmati para nelayan warga Bluru tiap harinya. Dan Alhamdulillah kami tiap tahun bisa melakukannya dengan khidmat”.
Upacara nyadran ini diawali dengan sambutan atau wejangan yang dilakukan oleh tetua setempat agar upacara dapat berjalan dengan sempurna. Tempat yang mereka tuju adalah dilaut lepas yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan.

Mereka biasa berangkat sejak pukul 06.00 pagi hingga waktu menjelang petang. Konon dikabarkan disamping mereka melakukan larung saji ke tengah laut, mereka juga melakukan ziarah ke makan  keramat yang diyakini adalah makam  seorang wanita yakni makam Dewi Sekar Dadu yang  menurut warga adalah merupakan ibu dari salah seorang wali songgo penyebar agama Islam di tanah Jawa.

Bagi  pengunjung yang cinta akan Budaya Bangsa khusus Budaya Jawa silahkan berkunjung ke Desa Bluru Kecamatan Kota. Kabupaten Sidoarjo yang lokasinya dipinggir pantai dengan jarak tempuh  8 km dari kota Sidoarjo ditempuh melalui perjalanan sungai dengan mengunakan perahu. Untuk bisa sampai ke tempat ini warga biasanya menyewa perahu dengan harga sewa 40 ribu rupiah per perahu dengan kapasitas 5 sampai 6 orang yang ditempuh dari kawasan pasar ikan (Sidoarjo Kota) dan melalui pangkalan nelayan di Desa Bluru.(mus)