Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur memberi sambutan pada pemutaran film

Umum Diah Ayu Candra Kirana 23 Desember 2021 12:12:42 WIB

Pemutaran film dokumenter secara perdana dengan mengambil judul “Life of Silence” yang merupakan karya project mahasiswi akhir semester lima program studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra yang mengambil potret kehidupan sehari-hari teman tuli dengan menjalankan aktivitas melalui bahasa isyarat. Agenda tersebut dihadiri sekaligus dibuka secara langsung oleh Sinarto, S.Kar., M.M., sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur di CGV Cinemas BG Junction Surabaya pukul 14.00 WIB. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar kegiatan ini harus dapat dijadikan sebagai momentum untuk menegaskan kepedulian dan pengetahuan terhadap orang-orang tuli yang dinilai masih minim di Indonesia. Publik masih menilai jika teman tuli sebagai orang yang berbeda dan perlu diberikan belas-kasihan yang lebih banyak daripada orang-orang pada umunya. Padahal menilik realitanya, teman tuli memiliki kesamaan seperti orang pada umumnya yang biasa disebut dengan teman dengar. Tidak hanya persamaan secara perlakuan orang pada umumnya terhadap teman tuli tetapi dapat dilihat dari sisi hobi dan komunitas bahkan mereka dapat bekerja seperti orang pada umumnya. Hanya saja orang-orang pada umumnya yang belum terbiasa hidup berdampingan dengan mereka.

Melihat amanah dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang tidak memposisikan difabel dalam keterbatasan dan kelemahan sebagaimana perlakuan cara pandang medis, melainkan menempatkan difabel sebagai subyek sosial yang memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Perlindungan penyandang disabilitas yaitu dari paradigma karitatif dan charity based menjadi paradigma yang human right based. Kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang  selalu diperingati setiap tanggal 3 Desember dan  dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama antara Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Dunia Usaha terhadap Penyandang Disabilitas serta kelompok rentan lainnya. Pembangunan Jawa Timur telah menuju inklusifitas dimana pembangunan dan renovasi infrastruktur mulai berfokus pada inklusi sosial dengan penyediaaan fasilitas ramah disabilitas seperti tempat-tempat pelayanan publik yang bisa diakses oleh melalui tanda-tanda yang dapat dipahami oleh disabilitas sensorik (rungu wicara).

Harapannya Penyandang Disabilitas Provinsi Jawa Timur dapat menjadi salah satu pilar masyarakat terdepan yang mengambil peran aktif menuju tatanan dunia yang inklusif, aksesibel dan berkelanjutan pasca covid-l9, sebagaimana tema yang diusung "Leadership and Participation of Persons with Disabilities Toward an lnclusive, accessible and Sustainable Post-Covid19 World" (Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel dan Berkelanjutan Pasca Covid-19). Terutama secara terus-menerus dapat meningkatkan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas terutama teman tuli, menjamin akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Dan membangun infrastruktur yang accessible untuk menciptakan lingkungan bebas hambatan bagi disabilitas. Film Dokumenter ini akan membawa dampak bahwa teman tuli bukan tidak mampu tapi melakukan kegiatan yang kita bisa dengan cara yang berbeda dan memunculkan rasa empati pada masyarakat agar tidak memandang teman tuli sebelah mata. Semakin banyak orang sadar terhadap hadirnya teman tuli di sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung sepenuhnya upaya-upaya peningkatan kesejahteraan seluruh warga masyarakat tidak terkecuali Penyandang Disabilitas dengan terus berupaya dan bertindak untuk menyeimbangkan  relasi,  mengurangi kesenjangan dan  memastikan persamaan hak,  peluang, habituasi dan aksesibilitas fasilitas umum baik pada aspek pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan layanan-layanan publik lainnya.