Simulasi Pagelaran Wayang Kulit

Kebudayaan Administrator 12 April 2021 10:48:49 WIB

Bertempat di Pendapa Jayengrana Taman Budaya Jawa Timur pada tanggal 17 April 2021 jam 19.00 wib., akan dilaksanakan pergelaran virtual pedalangan gagrag Jawa Timuran. Lakon yang akan dipentaskan berjudul “Rabine Pandu”. Dalang yang akan mementaskan adalah Ki Suryono dari Kabupaten Mojokerto. Pergelaran dilaksanakan secara virtual dan akan disiarkan secara live di chanel youtube Cak Durasim milik Taman Budaya Jawa Timur. Bentuk sajian pergelaran dilakukan dengan model pakeliran padat kurang lebih 1,5 jam pergelaran.

Rabine Pandu menceritakan tentang kisah perjalanan Raden Pandu putra raja Ngastina Prabu Abiyasa untuk mengikuti sayembara memperebutkan putri dari kerajaan Mandura bernama Dewi Kunti putri dari raja Basukethi. Kedatangan Raden Pandu dan ayahnya untuk mengikuti sayembara ternyata sudah terlambat.

Dengan penuh penyesalan dan permohonan maaf raja Basukethi memberitahukan kepada Prabu Abiyasa bahwa sayembara sudah ditutup dan pemenangnya adalah Raden Narasoma dari kerajaan Mandaraka. Dewi Kunthi bahkan sudah dikawinkan dengan Raden Narasoma.

Prabu Abiyasa memprotes penyelenggaraan sayembara, bahwa bila sudah dinyatakan selesai kenapa spanduk-spanduk pengumuman dan penunjuk arah masih belum dicabuti dari tempatnya. Atas kebesaran hati Raden Narasoma kemudian dia bersedia beradu kesaktian dengan Raden Pandu untuk memperebutkan Dewi Kunti karena walau sudah dikawini oleh Raden Narasoma keadaan Dewi Kunthi masih suci belum tersentuh olehnya.

Dalam pertandingan adu kesaktian Raden Narasoma kalah dan menyerahkan Dewi Kunti kepada Raden Pandu sekaligus menyerahkan adiknya Dewi Madrim sebagai tanda takluk. Dalam perjalanan pulang bersama rombongan Raden Pandu dihadang oleh Raden Gendara Desa (Raden Suman) yang berniat jahat. Raden Gendara Desa berhasil diringkus dan dikalahkan kemudian dibela oleh kakaknya yang bernama Raden Gendara. Raden Pandu kewalahan menghadapi Raden Gendara.Raden Gendara akhirnya mati stelah kena panah Raden Narasoma yang datang membantu. Perjalanan menuju Ngantina dilanjutkan dengan membawa serta Dewi Gendari yang pada akhirnya dikawinkan dengan Dhestarata.