Peserta dari Disbudpar Kabupaten Kota se Jawa Timur

Umum Administrator 10 Desember 2021 07:18:55 WIB

Dialog bertajuk “Sarahsehan Kota Kreatif” antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan diwakili serta dibuka secara langsung oleh Sinarto, S.Kar., M.M. selaku Kepala Dinas dengan para perwakilan dari masing-masing Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebanyak 38 kota/kabupaten yang tersebar di Jawa Timur dilaksanakan pada Hari Kamis, 9 desember 2021 di Taman Candra Wilwatikta Kabupaten Pasuruan. Dalam pesannya, beliau menyampaikan agar menjunjung tinggi 10 prinsip Kota Kreatif yang beberapa diantaranya ialah bagaimana Kota Kreatif adalah kota yang melindungi hak asasi manusia. Kota yang membela segenap hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakatnya. Hingga kota yang di masa yang akan mendatang dapat dikelola secara transparan, adil dan jujur. Kota yang mengedepankan nilai-nilai gotong - royong dan kolaborasi, serta membuka akses dan partisipasi  masyarakat untuk terlibat membangun kotanya.

Memaknai Kota Kreatif dari pernyataan salah satu narasumber yang hadir yaitu Vicky Arief Herinadharma, S.I.Kom sebagai Film Maker, Community Development, dan Media Content tentang bagaimana proses pemberdayaan pada masyarakat dengan salah satu pengaplikasiannya ialah melalui pengembangan kampung tematik untuk mengoptimalkan potensi lokal. Hal yang termaktub dalam “Kota Kreatif” sendiri diambil dengan melihat kekayaan budaya yang melimpah di seluruh Nusantara dan telah menjadi sumber daya inspirasi dan kreativitas yang tidak akan  pernah habis, adanya pergeseran dari  ketergantungan pada Sumber Daya Alam tak terbarukan ke sumber daya berbasis kreativitas atau daya cipta, hadirnya aktivitas ekonomi berbasis kreativitas dan pariwisata serta nantinya keberadaan kota-kota yang  memihak pada  manusia  (Human-centred cities). Dapat terlihat beberapa daerah yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat dengan cenderung kearah kebebasan ekspresi berbasis budaya tradisi; kuliner, seni pertunjukan, narasi lisan dan sastra, music, arsitektur, fashion, dan sebagainya. Sedangkan dapat terlihat di daerah lain seperti Kota Bandung terdapat pengalaman wisata, kuliner, fashion, dan belanja; initiative solusi skala kota oleh komunitas kreatif. Lalu beraliha ke Kabupaten Bojonegoro adanya perpindahan sumber daya minyak dan mineral ke sumber daya manusia serta budaya.

Stimulus yang di rekomendasikan oleh Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI agar tetap produktif dengan #dirumahsaja melakukan pagelaran seperti ngamen dari rumh, pentas dari rumah, pameran dari rumah dan nulis dari rumah yang keterlibatan masing-masing bidang tersebut terdapat hasil karya lagu berbentuk video, karya tari dan teater, karya dua dimensi, hingga pada cerita anak dan sebagainya. Dalam perjalananya tentu menghadirkan beberapa macam penyokong sebagai “Satu Pintu MFA” yang merupakan sebuah open innovation dalam  pengembangan ekonomi kreatif dengan memperhatikan aspirasi para pemangku kepentingan dan kebutuhan spesifik dari pelaku industri kreatif music. Dukungan penuh dari BUMN melalu BNI yang turut berkomitmen  menyediakan berbagai pembiayaan bagi pelaku usaha industry kreatif terhadap program pembiayaan  investasi lokasi usaha, pembiayaan investasi peralatan dan pembiayaan modal kerja dengan berbagai produk mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema subsidi, hingga Kredit Komersial.